Sabtu, 12 Desember 2015

BERPIKIR POSITIF BEBAS PENYAKIT...
Secara umum, orang yang berpikir positif cenderung lebih mudah menjalanigaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, olahraga teratur,serta menjauhi kebiasaan buruk mengonsumsi minuman keras atau merokok.

Berbagai masalah manusia, mulai dari gangguan tidur, depresi, stres, kecemasan,penuaan dini, hingga kenaikan berat badan ternyata sering kali dapat diatasi dengan berpikir positif. Oleh sebab itu belum tentu susah sembuh dari sakit diakibatkan oleh metode pengobatan yang tidak efektif, tetapi lebih karena pikiran-pikiran negatif yang dipelihara seseorang.
Berbagai penelitian, salah satunya yang dilakukan seorang profesor dan peneliti senior, telah menemukan bahwa pasien yang berpikir positif terbukti lebih cepat sembuh dari penyakit dibandingkan mereka yang menyerah dengan kondisinya. Pasien yang gagal berpikir positif, cenderung juga bertingkah laku negatif, seperti merasa tidak dapat menjadi dirinya sendiri kembali dan sulit untuk kembali bekerja.

Melawan Penyakit dengan Optimisme

Seorang psikolog mengemukakan bahwa berpikir positif dapat membantu pasien untuk berharap dan merasa dapat mengendalikan masa depan serta kesehatannya. Dengan sendirinya, seseorang yang berpikir positif cenderung menjadi lebih tekun dalam menjalani pengobatan. Sebaliknya, pikiran negatif akan menciptakan kecemasan yang justru membuat kesehatan cenderung menurun.
Menurut penelitian, seseorang yang berpikir positif memiliki tingkat risiko penyakit jantung dan peradangan yang lebih rendah. Sementara penelitian lain turut menemukan bahwa orang yang divonis mengidap penyakit arteri koroner tetapi terus berupaya untuk berpikir positif masih dapat hidup hingga 15 tahun kemudian. Selain itu, dipercaya bahwa terdapat hubungan antara tingkat kematian dengan depresi. Berpikir positif adalah kunci utama pada manajemen stres, selanjutnya berperan mendatangkan banyak manfaat kesehatan.
Cara sederhana membiasakan diri berpikir positif
    1. Bicara pada diri sendiri
Berpikir positif dalam hal ini diartikan sebagai bicara hal-hal positif pada diri sendiri berdasarkan alasan dan logika. Sebaliknya, memenuhi kepala dengan pemikiran negatif akan membuat Anda lebih berat dalam menjalani situasi buruk.
2. Syukuri hal-hal baik, besar maupun kecil di dalam hidup Anda
Tuliskan ke dalam catatan hal-hal bahagia yang patut Anda syukuri, yang dapat Anda baca kembali saat pikiran negatif melanda.
3. Tidak masalah untuk sesekali memiliki pikiran negatif
Kuncinya adalah berlatih bagaimana mengubah pikiran negatif ini menjadi positif. Lakukan introspeksi tiap hari dan evaluasi apa saja yang Anda pikirkan. Jika diperlukan, Anda dapat menuliskan pikiran-pikiran negatif Anda untuk mengubahnya menjadi positif.  Ubah kalimat-kalimat negatif menjadi positif seperti, “Saya dalam masalah besar.”, menjadi, “Ini kesempatan untuk membuat perubahan.”
4. Temukan area dan cara-cara yang perlu diambil untuk melakukan perubahan      positif
Upayakan untuk memperbaiki hubungan sosial yang sedang mengalami masalah. Atau dalam hal ini, memutuskan hubungan pun disarankan jika memang selama menjalaninya tidak memberikan Anda ketenangan. Anda dapat juga mengubah hal-hal sederhana lain, seperti mengubah cara berangkat ke kantor yang membuat stres dengan rute atau kendaraan yang lebih efisien.
5. Bertemanlah dengan orang-orang yang berpikiran positif demi                  bisamendukung pengembangan diri Anda
Sebaliknya, bergaul dengan orang-orang berwatak negatif dapat membuat Anda meragukan diri sendiri dan menurunkan kemampuan Anda mengelola stres.



STANDAR GANDA ANTARA OJEK DENGAN GOJEK DI DAERAH JAKARTA

Perlu anda tahu bahwa GoJek dan Ojek itu merupakan transprtasi manyarakat Indonesia yang sangat dibutuhkan oleh kebanyakan orang Jakarta dan sekitarnya. Perlu anda tahu juga bahwa GoJek dan ojek mempunyai kesamaan dan perbedaan. GoJek dan ojek sama sama alat transportasi roda dua yang menggunakan sepeda motor. Ojek biasanya mempunyai tempat mangkal atau tempat nongkrong di pinggir jalan. Beda halnya dengan GoJek, GoJek juga mempunyai tempat mangkal, tetapi tidak di pinggir jalan. GoJek mempunyai bast camp tersendiri dan menggunakan seragam yang ditentukan. GoJek tinggal menunggu sang majikan menelfon atau memberi pesan singkat, dan mengatakan bahwa majikan telah membutuhkan jasanya.  
GoJek pertama kali tersebar pada daerah Bandung, Dewan Transportasi Pemerintah Kota Jakarta (via Ketuanya, Ellen SW Tangkudung) sesungguhnya menolak dengan keberadaannya GoJek. Alasannya banyak. di antaranya selain keberadaan GoJek ini ilegal (tidak terdaftar sebagai jasa angkutan) juga berpotensi akan membahayakan eksistensi angkutan umum konvensional di Jakarta. Bahaya yang di khawatirkan oleh Dewan Transportasi yaitu dengan aplikasi teknologi semacam ini harus diatur oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat.
Masyarakat Bandung sangat senang dengan adanya GoJek, karena GoJek sangat berguna apabila kita sedang terburu-buru ingin menghadiri suatu tempat dengan letak yang strategis. Awal adanya GoJek adalah saat salah satu orang bandung baru datang dari Jakarta pada waktu larut malam. Dia menebeng mobil salah seorang teman, lalu diturunkan di pinggir jalan. Padahal rumahnya masih lumayan jauh. Dia mencari ojek yang biasa mangkal pinggir jalan. Tetapi ternyata tidak ada satu pun tukang ojek di pinggir jalan. Dia masih mencari dan menunggu transportasi yang lewat. Mungkin ada salah satu taksi yang lewat. Memang ada taksi yang lewat, tetapi mereka menolak dengan halus, dengan jawaban akan kembali ke pool. Akhirnya dia menelpon teman yang tadi dia tebeng untuk mengantarkannya ke pool taksi atau ke pangkalan ojek. Walau akhirnya lumayan jauh dari awal dia diturunin. Dengan adanya kejadian itu, dia berfikir bagaimana kalau saya mengaplikasikan gojek di daerah Jakarta ini yang selalu dihantui oleh kemacetan yang merajalela.
Kembali kepada pendapat Dewan Transportasi Pemerintah Jakarta yang menolak dengan adanya GoJek. Menurut saya alasan Pemerintah Jakarta sangatlah sepele. Kenapa? Bagaimana mungkin mereka bilang bahwa GoJek itu ilegal? padahal kita semua tahu bahwa keberadaan ojek pangkalan pun juga ilegal? Apa ada aturan atau perundang-undangan yang mengatur keberadaan ojek pangkalan? Saya rasa tidak ada. Jika meminjam analogi Pak Gubernur Ahok, ojek itu seperti prostitusi, tidak ada aturan hukumnya, tapi banyak pelanggannya dan tidak berhasil dibuat aturan hukumnya. GoJek, lahir sebagai sebuah aplikasi yang memudahkan pengguna ojek, bisa mudah mencari ojek bahkan memanggilnya untuk datang ke tempat kita.
Tetapi di kota Semarang ini belum mengaktifkan aplikasi via GoJek ini. Mungkin kemacetan di kota Semarang ini tidak separah di kota kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Jadi, pemetintah kota Semarang belum mengaktifkannya. Apa mungkin juga pemerintah kota Semarang tidak akan mengaktifkan aplikasi via Gojek ini. Karena juga akan memperbanyak polusi yang ada di kota Semarang ini.
Bagi warga Jakarta Sejak ada GoJek, seolah-olah dia punya langganan tukang ojek banyak sekali dan berada dimana-mana. Makanya dia berpikir aplikasi ini sangat menjawab kebutuhan pengguna ojek. Dia malah curiga jika penemu aplikasi ini adalah pengguna ojek juga. Yang menarik lagi, aplikasi ini pun menjawab kebutuhan si tukang ojek, yaitu ia tidak perlu menghabiskan waktu menuggu di pangkalan. Kecuali si abang ojek emang suka nongkrong di pangkalan. Mirip seperti ojek langganan tadi hanya saja kali ini pelanggannya banyak. Maka aneh sekali jika Dewan Transportasi Kota saat ini semacam kebakaran jengkot dengan keberadaan aplikasi GoJek. Padahal mereka yakin sekali jika Dewan Transportasi Kota hingga hari ini tidak punya data angkutan ojek di Jakarta. Baik ada berapa jumlahnya? penyebarannya? atau bahkan siapa-siapa saja yang menjadi tukang ojek.
Dengan aplikasi GoJek, hal ini mulai bisa terdata. Jadi jika kelak Pemkot DKI berinisiatif mendata atau bahkan memasang pajak dari tiap transaksinya, maka sudah tidak sulit lagi. Yang lebih aneh lagi adalah Dewan Transportasi Kota malah menyerang ide aplikasinya, padahal inti masalahnya ada di moda transportasinya. Bagi saya, jika memang Dewan Transportasi Kota ingin mentertibkan GoJek mulailah dengan mentertibkan tukang ojek pangkalan terlebih dahulu. Mulailah membuat aturan atas moda transportasinya terlebih dahulu. Mulailah dengan memberikan payung hukum, aturan, dan perundang-undangan bagi tukang ojek pangkalan juga konsumennya. Jadi bukan malah mentertibkan aplikasi GoJek-nya. Dengan demikian maka tidak akan ada lagi standar ganda antara Ojek dengan GoJek, yang terkesan berpihak. Apalagi dari beberapa teman yang mereka tanya rata-rata mereka setuju dengan keberadaan GoJek, artinya secara pasar atau sisi konsumen keberadaan GoJek sangat dibutuhkan dan didukung. Namun sementara itu para ojek pangkalan tidak setuju dengan GoJek, mereka pikir ini hanyalah masalah waktu. Bagaimana pun pasar lebih pegang kendali, cepat atau lambat jika konsumen ojek pangkalan menurun apakah artinya ini salah GoJek? Boleh jadi konsumen menurun akan tetapi mereka pikir masih akan tetap ada pelanggannya bukan? Yang saya pikir pilihan ini mirip dengan pilihan taksi TARIF ATAS dengan TARIF BAWAH. Bahwa biar saja pasar yang akan menetukan pilihannya, sementara pemerintah membuat regulasinya. Pesan saya untuk bapak ibu di pemerintahan, hati-hati dengan perkembangan teknologi. Cepat atau lambat teknologi akan merasuk ke seluruh link struktur kota dan warganya, jika bapak ibu tidak sigap dan siap maka akan selalu ketinggalan dan terseok-seok dalam membuatkan regulasi. Apalagi jika regulasi-regulasinya malah melenceng dari kebutuhan yang sebenarnya, mirip seperti masalah GoJek ini.
Maka jangan salahkan GoJek, karena Ojek dan GoJek merupakan alat transportasi yang sama dapt kita semua gunakan untuk sehari-hari kita. Khususnya untuk warga Jakarta.

Rabu, 21 Oktober 2015



WAYANG KAMPUNG SEBELAH “MAWAS DIRI MENAKAR BERANI ”


Wayang kampung sebelah memang berbeda dengan pementasan wayang-wayang yang lain. Wayang kampong sebelah menggunakan tokoh-tokoh yang diciptakannya sendiri. Diantaranya Kampret, Pak Lurah Somad, raja dangdut Koma Ramarimari, Minul Daratinggi,dan Syah Marni.

Tokoh-tokoh dalan wayag ini berbeda dengan wayang-wayang lainnya. Seperti, memiliki patahan dipinggul dan kepala. Membuat tokoh-tokoh bergerak dan bergoyang luwes layaknya manusia. Memang itu tergantung pada si dalang, ki jlitheng memang sangat piawai dalam memainkan tokoh-tokoh dalam menggerakkan tangannya sehingga membuat benda mati seakan-akan hidup.

Cerita singkat wayang kampong sebelah yang berjudul Mawas Diri Menakar Berani. Disebuah desa yang bernama desa Bangunjiwa, ada pemiliha kepala desa atau Lurah. Tetapi pemilihan itu tidak ada keadilannya. Karena, semua calon kepala desa menggunakan cara yang tidak halal( menyogok,memberi bonus).

Seperti halnya pak Somad, akhirnya terpilih menjadi kepala desa. Sebelum pak Somad terpilih Menjadi kepala desa, pernah menjanjikan untuk memberikan bonus pada pengikutnya dalam kampaye. Dan setelah pengikut pak Somad mengetahuinya bahwa pak Somad lah yang menjadi pemenang dalam pilkades, mereka langsung menghampiri Pak Somad dan langsung menagih bonus yang pernah dijanjikannya. Pak Somad memberi uang sebesar tiga juta rupiah untuk 3 orang. Tetapi sang ketua pengikut memberikan uang kepada bawahannya hanya satu juta untuk 2 orang. Dan bawahanya memberikan kepada temannya hanya dikasih seratus ribu saja. Memang di desa Bangunjiwa tidak menanamkan keadilan.

Pada sisi lain ada yang tidak setuju apabila yang memenangkan pilkades itu Pak Somad,yaitu pak klungsur salah satu kontestan kades yang kalah, mengumpulkan tim sukses: Mbah Modin selaku ketua tim sukses, Bu RT selaku bendahara, Parjo selaku sekretaris, Jhony selaku penggerak massa, serta sejumlah massa. Pada pertemuan itu Pak Klungsur tak henti jatuh pingsan karena tak kuat menahan tekanan batin atas kekalahannya. Ia sama sekali tidak rela menerima kekalahan. Betapa banyak biaya yang sudah ia keluarkan mengikuti pilkades. Ia ingin hasil pilkades yang memenangkan Somad digagalkan. Tim suksesnya diminta menyoal dan memprovokasi massa dengan isu bahwa kemenangan Somad tidak sah karena penuh kecurangan. Pemenang pilkades itu telah bekerja sama dengan perangkat desa, melanggar asas netralitas aparat pemerintahan desa, mencederai asas keadilan. Somad juga melakukan black campaign atas dirinya. Selain itu tindakan money politik, salah satunya dalam bentuk tindakan serangan fajar luar biasa besar.

            Sebenarnya Pak Klungsur melakukan hal yang sama, tetapi kalah kuat. Justru hal itu yang membuatnya sangat kecewa dan marah. Maka tim suksesnya diminta menggerakkan massa untuk memprotes kemenangan Somad, bila perlu bikin kekacauan agar hasil pilkades itu batal akibat tekanan kerusuhan massa. Mbah Modin siap mendesain gerakan massa yang diinginkan Pak Klungsur, dengan catatan biaya tercukupi. Pak Klungsur siap pertaruhan terakhir dengan seluruh hartanya akan membiaya gerakan massa tersebut. Mbah Modin lantas mengajak anggota timnya untuk menyelenggarakan rapat khusus menyusun strategi. Pertemuan diakhiri dengan makan bersama.

Pak Somad mengadakan tasyakuran atas terpilihnya menjadi kades. Dengan menampilkan artis papan atas, yaitu Koma Ramarimari, Minul Daratinggi, dan Syah Marni. Tasyakuran pun berjalan dengan lancer dan aman walau sedikit gadoh. Harapan warga miskin agar pak Somad melepaskan jabatannya sebagai kades. Tetapi semua terbuang sia-sia. Karena, semua warga desa Bangunjiwa tidak memiliki sifat keadilan dalam politik. Akhirnya ulama setempat mengusulkan agar kepala desa tetaplah pak Somad. Tetapi dengan catatan pak Somad dan warga desa Bangunjiwa bisa berubah menjadi lebih baik dalam hal apapun.

Dengan cara yang seperti itu,akhinya Desa Bangunjiwa dengan kepala desa pak Somad berjalan dengan lancer dan menjaga kelestarian alamnya, dan menjadi Desa yang sangat tentram dan aman sejahtera.
 

Selasa, 20 Oktober 2015



SOEKARNO


                Soekarno nama kecilnya adalah Kusno. Sebelum nama Kusno diganti dengan Soekarno, dulunya Kusno sering sakit-sakitan selama dua tahun. Akhirnya orang tua Kusno menganti nama Kusno menjadi Soekarno. Agar kedepannya seperti layaknya adipati Karno. Semenjak nama Kusno berubah menjadi Soekarno, tidak lagi sakit-sakitan dan sesuai yang diharapkan oleh orang tuanya. Ketika Soekano berumur 24 tahun, Soekarno memberanikan dirinya untuk berbicara diatas podium dan didepan rakyat Indonesia. Soekarno berhasil mengguncang podium, berteriak : Kita Harus Merdeka Sekarang!!! Akibatnya dia harus dipenjara. Dituduh menghasut dan memberontak seperti Komunis. Tapi keberanian Sukarno tidak pernah padam. Dia makin menggugat. Pledoinya yg sangat terkenal indonesia Menggugat menghantarkan dia dibuang ke Ende, lalu Bengkulu.

Soekarno saat berada di pembuangannya di Bengkulu. Sehari-hari dia mengajar di sekolah Muhamadiyah. Di Bengkulu inilah Soekarno terlibat asmara dengan salah satu muridnya bernama Fatmawati, murid yang cantik dan cerdas serta kerap bertanya di kelas. Inggit yang semula menerima keberadaan Fatmawati sebagai anak angkat mulai gerah dan bereaksi keras saat Soekarno menyatakan hendak memperistri Fatmawati. Pertengkaran kerap terjadi dalam rumah tangga Soekarno akibat kekecewaan Inggit dan ketidakbersediaannya untuk menjadi madu karena di poligami.

            Di kota itu Sukarno istirahat sejenak dari politik. Hatinya tertambat pada gadis muda bernama Fatmawati. Padahal saat itu Sukarno masih menjadi suami Inggit Garnasih; Perempuan lebih tua dari Sukarno, yang selalu menjadi perisai baginya tatkala di penjara dan dibuang. Inggit harus rela melihat sang suami tercinta jatuh cinta dengan gadis lain. Ditengah kemelut rumah tangganya, Jepang datang memulai peperangan Asia Timur Raya. Berahi politiknya kembali menguat. Belanda takluk oleh Jepang. Sesuatu yg dulu dianggap Raksasa bagi Sukarno, kini lenyap. Kemerdekaan Indonesia seolah diambang mata.

            Sementara itu Hatta dan Sjahrir, rival politik Sukarno dimasa muda mengingatkan bahwa Jepang tidak kalah bengisnya dengan Belanda. Tapi Sukarno punya sudut pandang berbeda. 'Jika kita cerdik, kita bisa memanfaatkan Jepang untuk upaya meraih kemerdekaan Indonesia' kata Sukarno. Hatta terpengaruh. Tapi Sjahrir tidak. Bekerjasama dengan Jepang sama saja memposisikan Indonesia menjadi bagian dari Fasisme, musuh Amerika-Inggris-Australia. Sukarno tidak peduli. Dia yakin dengan pilihannya: bekerjasama dengan Jepang untuk Indonesia Merdeka. Bersama Hatta, Sukarno berupaya mewujudkan cita-citanya mewujudkan Indonesia Merdeka. Anak-anak muda pengikut Sjahrir mencemooh Sukarno-Hatta sebagai kolaborator, menjual bangsa sendiri ke tangan Fasis. Tapi Sukarno punya pandangan berbeda.

            Jepang masih pada Soekarno, tujuan jepang yaitu untuk memanfaatkan rakyat Indonesia agar endukung program 3 A : Jepang Cahaya Asia, Jepang Sahabat Asia,Jepang Pelindung Asia. Ini adalah program propaganda perang negeri matahari terbit itu. Apalagi ia sempat diperbolehkan membentuk PETA (Pembela Tanah Air) dan PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat), serta mengibarkan bendera merah-putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya diseluruh pulau jawa. Tapi, Soekarno sedih karena jepang malah menggunakannya untuk mencari tenaga kerja paksa Romusha.
            Disisi lain Soekarnomerasa bias memanfaatkan situasi ini untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Tetapi sutan sjahrir menolaknya, untung masih ada Muhammad hatta yang menjadi penengah dari itu semua. Akhirnya disepakati dengan dua jalan , Soekarno dan Hatta mencari peluang kooperasi dengan pemerintah Dai Nippon, sedangkan sutan sjahrir memimpin pemuda berada digaris keras. Tanpa diduga Amerika Serikat yang tidak terima dengan kekalahannya dan mengakhiri perang dengan sangat kejam. Menjatuhkan BOM Atom di Hiroshima dan Nagasaki. Jepang menyerah kalah dari Amerika Serikat. Siaran radio luar negeri yang dilarang berhasil didengar oleh Sutan Sjahrir. Ia langsung membujuk Soekano Hatta agar mengabaikan janji kemerdekaan dari jepang, yang rencananya akan diadakan pada tanggal 22 Agusus 1945. Soekarno yang sempat  diberi penghargaan oleh kaisar jepang yang bahkan rela turun dan menyalami Soekarno, suatu hal yang sangat langka tejadi didunia ini karena ia dianggap Dewa di negerinya yang masih mempercayai jepang.

            Saat Soekarno, Hatta, Sjahrir dan tokoh tua masih mempertimbangkan beberapa hal, kelompek muda mulai bergerak. Untuk menculik Soekarno,Hatta, dan Fatmawati ke Rengasdengklok pada tanggal 15 Agustus 1945. Sjahrir terkejut dan marah. Walaupun selalu berbeda pendapat dengan Soekarno-Hatta, mereka sangat berpengaruh atas pergerakan  kemerekaan Indonesia. Mereka pun mendesak para pemuda untuk mengembalikannya ke Jakarta.

            Setelah sampai di Jakarta, Laksamana Tadashi Maeda melaksanakan janji samurainya setelah dalam pertemuan sempat disindir Hatta. Ia menjadikan rumahnya untuk merumuskan naskah proklamasi. Bahkan, tokoh-tokoh pergerakan sudah dikumpulkan sebelumnya untuk menyambut Soekarno-Hatta saat tiba di rumah Maeda. Akhirnya, diputuskan tiga orang(Soekarno,Hatta,dan Ahmad Soebarjo) yang menyusun teks proklamasi.

            Setelah sekian lama mereka berunding, dan suasana semakin tegang karena dikhawatirkan tentara jepang ikut campur dalam urusan ini. Tetapi karena jaminan Maeda, semua lancar dan aman. Akhirnya, teks proklamasi telah selesai dan disepakati oleh semua pihak, dan akan diketik olh Sayuti Melik. Esok paginya, Soekarno dan Hatta pulang ke rumah masing-masing. Soekarno kelelahan dan jatuh sakit, lalu diperiksa oleh dr.soeharto.

            Saat Latief Hendraningrat melapor pada Soekarno bahwa semua sudah siap, Soekarno menolak untuk membacakan Teks Proklamasi tanpa dihadiri Hatta. Dan akhirnya tidak lama kemudian Hatta pun datang. Acara pun dimulai dengan sambutan singkat oleh Soekarno yang dilanjutkan pembacaan Teks Proklamasi dan pengibaran Bendera Merah Putih, yang sebelumnya sudah dijahit tangan oleh Ibu Fatmawati sendiri saat Ibu Fatmawati sedang mengandung. Itu bendera pertama dikibarkan pada era Indonesia merdeka.

            Kemerdekaan Indonesia sangat disambut hangat oleh masyarakat Indonesia. Dan setelah itu mengadakan sidang yang membahas tentang Rumusan Dasar Negara yaitu PANCASILA.