Selasa, 20 Oktober 2015



SOEKARNO


                Soekarno nama kecilnya adalah Kusno. Sebelum nama Kusno diganti dengan Soekarno, dulunya Kusno sering sakit-sakitan selama dua tahun. Akhirnya orang tua Kusno menganti nama Kusno menjadi Soekarno. Agar kedepannya seperti layaknya adipati Karno. Semenjak nama Kusno berubah menjadi Soekarno, tidak lagi sakit-sakitan dan sesuai yang diharapkan oleh orang tuanya. Ketika Soekano berumur 24 tahun, Soekarno memberanikan dirinya untuk berbicara diatas podium dan didepan rakyat Indonesia. Soekarno berhasil mengguncang podium, berteriak : Kita Harus Merdeka Sekarang!!! Akibatnya dia harus dipenjara. Dituduh menghasut dan memberontak seperti Komunis. Tapi keberanian Sukarno tidak pernah padam. Dia makin menggugat. Pledoinya yg sangat terkenal indonesia Menggugat menghantarkan dia dibuang ke Ende, lalu Bengkulu.

Soekarno saat berada di pembuangannya di Bengkulu. Sehari-hari dia mengajar di sekolah Muhamadiyah. Di Bengkulu inilah Soekarno terlibat asmara dengan salah satu muridnya bernama Fatmawati, murid yang cantik dan cerdas serta kerap bertanya di kelas. Inggit yang semula menerima keberadaan Fatmawati sebagai anak angkat mulai gerah dan bereaksi keras saat Soekarno menyatakan hendak memperistri Fatmawati. Pertengkaran kerap terjadi dalam rumah tangga Soekarno akibat kekecewaan Inggit dan ketidakbersediaannya untuk menjadi madu karena di poligami.

            Di kota itu Sukarno istirahat sejenak dari politik. Hatinya tertambat pada gadis muda bernama Fatmawati. Padahal saat itu Sukarno masih menjadi suami Inggit Garnasih; Perempuan lebih tua dari Sukarno, yang selalu menjadi perisai baginya tatkala di penjara dan dibuang. Inggit harus rela melihat sang suami tercinta jatuh cinta dengan gadis lain. Ditengah kemelut rumah tangganya, Jepang datang memulai peperangan Asia Timur Raya. Berahi politiknya kembali menguat. Belanda takluk oleh Jepang. Sesuatu yg dulu dianggap Raksasa bagi Sukarno, kini lenyap. Kemerdekaan Indonesia seolah diambang mata.

            Sementara itu Hatta dan Sjahrir, rival politik Sukarno dimasa muda mengingatkan bahwa Jepang tidak kalah bengisnya dengan Belanda. Tapi Sukarno punya sudut pandang berbeda. 'Jika kita cerdik, kita bisa memanfaatkan Jepang untuk upaya meraih kemerdekaan Indonesia' kata Sukarno. Hatta terpengaruh. Tapi Sjahrir tidak. Bekerjasama dengan Jepang sama saja memposisikan Indonesia menjadi bagian dari Fasisme, musuh Amerika-Inggris-Australia. Sukarno tidak peduli. Dia yakin dengan pilihannya: bekerjasama dengan Jepang untuk Indonesia Merdeka. Bersama Hatta, Sukarno berupaya mewujudkan cita-citanya mewujudkan Indonesia Merdeka. Anak-anak muda pengikut Sjahrir mencemooh Sukarno-Hatta sebagai kolaborator, menjual bangsa sendiri ke tangan Fasis. Tapi Sukarno punya pandangan berbeda.

            Jepang masih pada Soekarno, tujuan jepang yaitu untuk memanfaatkan rakyat Indonesia agar endukung program 3 A : Jepang Cahaya Asia, Jepang Sahabat Asia,Jepang Pelindung Asia. Ini adalah program propaganda perang negeri matahari terbit itu. Apalagi ia sempat diperbolehkan membentuk PETA (Pembela Tanah Air) dan PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat), serta mengibarkan bendera merah-putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya diseluruh pulau jawa. Tapi, Soekarno sedih karena jepang malah menggunakannya untuk mencari tenaga kerja paksa Romusha.
            Disisi lain Soekarnomerasa bias memanfaatkan situasi ini untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Tetapi sutan sjahrir menolaknya, untung masih ada Muhammad hatta yang menjadi penengah dari itu semua. Akhirnya disepakati dengan dua jalan , Soekarno dan Hatta mencari peluang kooperasi dengan pemerintah Dai Nippon, sedangkan sutan sjahrir memimpin pemuda berada digaris keras. Tanpa diduga Amerika Serikat yang tidak terima dengan kekalahannya dan mengakhiri perang dengan sangat kejam. Menjatuhkan BOM Atom di Hiroshima dan Nagasaki. Jepang menyerah kalah dari Amerika Serikat. Siaran radio luar negeri yang dilarang berhasil didengar oleh Sutan Sjahrir. Ia langsung membujuk Soekano Hatta agar mengabaikan janji kemerdekaan dari jepang, yang rencananya akan diadakan pada tanggal 22 Agusus 1945. Soekarno yang sempat  diberi penghargaan oleh kaisar jepang yang bahkan rela turun dan menyalami Soekarno, suatu hal yang sangat langka tejadi didunia ini karena ia dianggap Dewa di negerinya yang masih mempercayai jepang.

            Saat Soekarno, Hatta, Sjahrir dan tokoh tua masih mempertimbangkan beberapa hal, kelompek muda mulai bergerak. Untuk menculik Soekarno,Hatta, dan Fatmawati ke Rengasdengklok pada tanggal 15 Agustus 1945. Sjahrir terkejut dan marah. Walaupun selalu berbeda pendapat dengan Soekarno-Hatta, mereka sangat berpengaruh atas pergerakan  kemerekaan Indonesia. Mereka pun mendesak para pemuda untuk mengembalikannya ke Jakarta.

            Setelah sampai di Jakarta, Laksamana Tadashi Maeda melaksanakan janji samurainya setelah dalam pertemuan sempat disindir Hatta. Ia menjadikan rumahnya untuk merumuskan naskah proklamasi. Bahkan, tokoh-tokoh pergerakan sudah dikumpulkan sebelumnya untuk menyambut Soekarno-Hatta saat tiba di rumah Maeda. Akhirnya, diputuskan tiga orang(Soekarno,Hatta,dan Ahmad Soebarjo) yang menyusun teks proklamasi.

            Setelah sekian lama mereka berunding, dan suasana semakin tegang karena dikhawatirkan tentara jepang ikut campur dalam urusan ini. Tetapi karena jaminan Maeda, semua lancar dan aman. Akhirnya, teks proklamasi telah selesai dan disepakati oleh semua pihak, dan akan diketik olh Sayuti Melik. Esok paginya, Soekarno dan Hatta pulang ke rumah masing-masing. Soekarno kelelahan dan jatuh sakit, lalu diperiksa oleh dr.soeharto.

            Saat Latief Hendraningrat melapor pada Soekarno bahwa semua sudah siap, Soekarno menolak untuk membacakan Teks Proklamasi tanpa dihadiri Hatta. Dan akhirnya tidak lama kemudian Hatta pun datang. Acara pun dimulai dengan sambutan singkat oleh Soekarno yang dilanjutkan pembacaan Teks Proklamasi dan pengibaran Bendera Merah Putih, yang sebelumnya sudah dijahit tangan oleh Ibu Fatmawati sendiri saat Ibu Fatmawati sedang mengandung. Itu bendera pertama dikibarkan pada era Indonesia merdeka.

            Kemerdekaan Indonesia sangat disambut hangat oleh masyarakat Indonesia. Dan setelah itu mengadakan sidang yang membahas tentang Rumusan Dasar Negara yaitu PANCASILA.


  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar