Indonesia merupakan
nagara besar yang nilai-nilai historisnya tak pernah lepas dari peran mahasiswa
( pemuda ). Puncak yang menjadi awal pergerakan mahasiswa meletus pada tanggal
28 Oktober 1928. Gerakan yang diprakarsai oleh kaum terpelajar dari jawa
melahirkan ‘sumpah pemuda’, yang berisi pengakuan bahwa seluruh pemuda
Indonesia, bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa
Indonesia, dan berbahasa satu bahasa Indonesia. Sejak saat itu persatuan
diantara pemuda semakin kuat dan gerakannya semakin terarah. Hingga akhirnya
berhasiler merebut dan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia ini pada tanggal
17 Agustus 1945. Gerakan mahasiswa juga memiliki peran yang besar dalam
peristiwa perebutan demokrasi tahun 1998, yang telah di monopoli oleh rezim
Orde Baru. Sehingga Negara menjadi otoriter dan justru bertentangan dengan
amanat Undang-Undang dasar 1945. Mereka rela untuk mengorbankan harta denda
bahkan nyawa, demi kebebasan dan keadilan.
Indonesia merupakan Negara dengan
angka pertumbuhan penduduk yang tinggi. Survei menyebutkan bahwa Indonesia
menempati peringkat ke-4 jumlah penduduk terbanyak dunia setelah China, India,
dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk mencapai 253,60 juta jiwa yang didominasi
oleh pemuda. Berbicara tentang pemuda Indonesia mengingatkan kita pada sebuah
lagu yang tercipta di masa perjuangan.
Berdiskusi, membaca, dan menulis
juga akan mendorong lahirnya ide-ide atau gagasan-gagasan besar, yang akan
berkembang menjadi sebuah pergerakan. Ibarat seekor macan, bacaan adalah
kuku-kukunya yang digunakan untuk mengais-ngais ilmu pengetahuan, tulisan
adalah taring yang digunakan untuk menggigit ilmu dan ide. Mulutnya adalah
aungan, digunakan untuk menyuarakan ide kemudian mendiskusikannya, sedang
pergerakan adalah tenaga dan kekuatan sebagai wujud keperkasaannya. Dengan
keadaan yang demikian maka kambing, rusa, bahkan banteng sekalipun akan lari
terbirit-birit ketika melihatnya. Gerakannya pasti, kuat, dan terarah. Karena
gerakan seperti ini adalah gerakan yang tersusun dari suara inteletual, suara
keadilan, melebur dengan kekuatan moral.
Pada tanggal 16 Mei 1945
di Bandung telah diadakan Kongres Pemuda Seluruh Jawa yang diprakarsai
“Angkatan Muda Indonesia”. Kongres tersebut dihadiri lebih dari 100 utusan
pemuda, pelajar dan mahasiswa seluruh Jawa.Kongres tersebut menghimbau para
pemuda di Jawa hendaknya bersatu dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan
proklamasi kemerdekaan.
Kala itu terjadi kekosongan kekuasaan (vacuum of power) di Indonesia setelah Perang Dunia II di kawasan
Asia Pasifik berakhir.Kesempatan emas yang ada kemudian dimanfaatkan
sebaik-baiknya oleh bangsa Indonesia untuk dapat segera mewujudkan cita-cita
menjadi negara yang mereka.Menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia terjadi
perbedaan pendapat antara golongan muda dengan golongan tua tentang waktu
pelaksanaan proklamasi.Kemudian sekelompok pemuda membawa Ir. Soekarno dan Drs.
Moh. Hatta keluar kota menuju Rengasdengklok, sebuah kota kawedanan di pantai
utara Kabupaten Karawang agar terhindar dari pengaruh bangsa Jepang, sehingga
dapat segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Akhirnya perbedaan
pendapat tersebut menemukan titik temu, pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia
resmi menjadi negara yang merdeka.Proklamasi tersebut merupakan proklamasi
tercepat di kawasan negara-negara jajahan Eropa, yakni Asia dan Afrika.
Mengutip kalimat bijak dari Bung Karno, “Perjuanganmu jauh lebih berat, perjuanganku melawan penjajah, sedangkan
perjuanganmu melawan bangsamu sendiri”.Negeri ini membutuhkanpemuda yang
berbudi pekerti luhur, berjiwa nasionalisme dan berkomitmen dengan janjinya,
Sumpah Pemuda. Tetap bersatu padu dalam keragaman, “unity in diversity”!
Persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia tersebut
hendaknya menjadi tamparan keras bagi pemuda.Sudah saatnya kita
mengenangkembali ketika para pemuda mengucapkan ikrarnya dengan menyingkirkan
sikap individualis,bersama-sama membuang ego pribadi dan menyatukan hati demi
bangsa dan negara.Selayaknya manusia sebagai makhluk sosial dan pemuda sebagai
ujung tombak pergerakan mampu berjuang optimal sebagaimana mestinya.Pemuda
sebagai agen perubahan dan kontrol sosial harus diimplementasikan dengan baik
dan sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.Kita bangun kembali semangat untuk
memperkuat kesadaran nasionalisme dan patriotisme pemuda Indonesia dalam proses
penyelesaian seluruh persoalan yang dihadapi bangsa ini serta pembangunan di
Indonesia. Sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat dimata dunia
diberbagai aspek kehidupan, seperti yang dicita-citakan para pendahulu kita.
Mari peringatan hari
‘Sumpah Pemuda’, yang hampir satu abad ini kita jadikan sebagai bahan refleksi.
Apa yang seharusnya kita lakukan untuk mengembalikan kekuatan, keperkasaan, dan
kepercayaan diri mahasiswa ( pemuda ). Supaya macan yang kini sedang murung dan
lesu, segera bangkit dengan penuh gairah, dan semangat untuk melanjutkan
perjuangan. Yang pada akhirnya gerakan-gerakan mahasiswa mampu menjadi gerakan
perubahan yang memiliki kontribusi nyata, dalam melanjutkan pembangunan
nasional menuju Indonesia yang mandiri, makmur, dan sejahtera.