Jumat, 23 Desember 2016

Sumpah Pemuda Koma, Pemuda Menganga


Indonesia merupakan nagara besar yang nilai-nilai historisnya tak pernah lepas dari peran mahasiswa ( pemuda ). Puncak yang menjadi awal pergerakan mahasiswa meletus pada tanggal 28 Oktober 1928. Gerakan yang diprakarsai oleh kaum terpelajar dari jawa melahirkan ‘sumpah pemuda’, yang berisi pengakuan bahwa seluruh pemuda Indonesia, bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan berbahasa satu bahasa Indonesia. Sejak saat itu persatuan diantara pemuda semakin kuat dan gerakannya semakin terarah. Hingga akhirnya berhasiler merebut dan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia ini pada tanggal 17 Agustus 1945. Gerakan mahasiswa juga memiliki peran yang besar dalam peristiwa perebutan demokrasi tahun 1998, yang telah di monopoli oleh rezim Orde Baru. Sehingga Negara menjadi otoriter dan justru bertentangan dengan amanat Undang-Undang dasar 1945. Mereka rela untuk mengorbankan harta denda bahkan nyawa, demi kebebasan dan keadilan.
         Indonesia merupakan Negara dengan angka pertumbuhan penduduk yang tinggi. Survei menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-4 jumlah penduduk terbanyak dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk mencapai 253,60 juta jiwa yang didominasi oleh pemuda. Berbicara tentang pemuda Indonesia mengingatkan kita pada sebuah lagu yang tercipta di masa perjuangan.
          Berdiskusi, membaca, dan menulis juga akan mendorong lahirnya ide-ide atau gagasan-gagasan besar, yang akan berkembang menjadi sebuah pergerakan. Ibarat seekor macan, bacaan adalah kuku-kukunya yang digunakan untuk mengais-ngais ilmu pengetahuan, tulisan adalah taring yang digunakan untuk menggigit ilmu dan ide. Mulutnya adalah aungan, digunakan untuk menyuarakan ide kemudian mendiskusikannya, sedang pergerakan adalah tenaga dan kekuatan sebagai wujud keperkasaannya. Dengan keadaan yang demikian maka kambing, rusa, bahkan banteng sekalipun akan lari terbirit-birit ketika melihatnya. Gerakannya pasti, kuat, dan terarah. Karena gerakan seperti ini adalah gerakan yang tersusun dari suara inteletual, suara keadilan, melebur dengan kekuatan moral.   
Pada tanggal 16 Mei 1945  di Bandung telah diadakan Kongres Pemuda Seluruh Jawa yang diprakarsai “Angkatan Muda Indonesia”. Kongres tersebut dihadiri lebih dari 100 utusan pemuda, pelajar dan mahasiswa seluruh Jawa.Kongres tersebut menghimbau para pemuda di Jawa hendaknya bersatu dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan proklamasi kemerdekaan.
Kala itu terjadi kekosongan kekuasaan (vacuum of power) di Indonesia setelah Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik berakhir.Kesempatan emas yang ada kemudian dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh bangsa Indonesia untuk dapat segera mewujudkan cita-cita menjadi negara yang mereka.Menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia terjadi perbedaan pendapat antara golongan muda dengan golongan tua tentang waktu pelaksanaan proklamasi.Kemudian sekelompok pemuda membawa Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta keluar kota menuju Rengasdengklok, sebuah kota kawedanan di pantai utara Kabupaten Karawang agar terhindar dari pengaruh bangsa Jepang, sehingga dapat segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Akhirnya perbedaan pendapat tersebut menemukan titik temu, pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia resmi menjadi negara yang merdeka.Proklamasi tersebut merupakan proklamasi tercepat di kawasan negara-negara jajahan Eropa, yakni Asia dan Afrika.
Mengutip kalimat bijak dari Bung Karno, “Perjuanganmu jauh lebih berat, perjuanganku melawan penjajah, sedangkan perjuanganmu melawan bangsamu sendiri”.Negeri ini membutuhkanpemuda yang berbudi pekerti luhur, berjiwa nasionalisme dan berkomitmen dengan janjinya, Sumpah Pemuda. Tetap bersatu padu dalam keragaman, “unity in diversity”!
Persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia tersebut hendaknya menjadi tamparan keras bagi pemuda.Sudah saatnya kita mengenangkembali ketika para pemuda mengucapkan ikrarnya dengan menyingkirkan sikap individualis,bersama-sama membuang ego pribadi dan menyatukan hati demi bangsa dan negara.Selayaknya manusia sebagai makhluk sosial dan pemuda sebagai ujung tombak pergerakan mampu berjuang optimal sebagaimana mestinya.Pemuda sebagai agen perubahan dan kontrol sosial harus diimplementasikan dengan baik dan sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.Kita bangun kembali semangat untuk memperkuat kesadaran nasionalisme dan patriotisme pemuda Indonesia dalam proses penyelesaian seluruh persoalan yang dihadapi bangsa ini serta pembangunan di Indonesia. Sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat dimata dunia diberbagai aspek kehidupan, seperti yang dicita-citakan para pendahulu kita.
Mari peringatan hari ‘Sumpah Pemuda’, yang hampir satu abad ini kita jadikan sebagai bahan refleksi. Apa yang seharusnya kita lakukan untuk mengembalikan kekuatan, keperkasaan, dan kepercayaan diri mahasiswa ( pemuda ). Supaya macan yang kini sedang murung dan lesu, segera bangkit dengan penuh gairah, dan semangat untuk melanjutkan perjuangan. Yang pada akhirnya gerakan-gerakan mahasiswa mampu menjadi gerakan perubahan yang memiliki kontribusi nyata, dalam melanjutkan pembangunan nasional menuju Indonesia yang mandiri, makmur, dan sejahtera.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar